Ketika Anda membuka aplikasi trading dan melihat deretan angka di kolom bid dan offer, mungkin terasa membingungkan pada awalnya. Namun konsep ini sebenarnya sangat sederhana dan penting untuk dipahami agar Anda bisa bertransaksi dengan lebih efektif.


Bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli untuk suatu saham pada saat itu. Offer atau ask adalah harga terendah yang diminta oleh penjual. Selisih antara bid dan offer disebut spread. Semakin kecil spread, semakin likuid saham tersebut.


Ketika Anda memasang order beli di harga bid, Anda antri menunggu penjual yang bersedia menjual di harga tersebut. Jika ingin saham langsung tereksekusi, Anda bisa membeli di harga offer. Sebaliknya, jika menjual di harga bid, transaksi langsung terjadi, tetapi jika menjual di harga offer, Anda harus menunggu pembeli.


Volume di setiap level harga menunjukkan seberapa banyak lot yang tersedia. Jika volume bid jauh lebih besar dari offer, ini bisa mengindikasikan tekanan beli yang kuat. Sebaliknya, volume offer yang dominan bisa menandakan tekanan jual.


Pahami juga konsep fraksi harga. BEI menetapkan kelipatan harga minimum berdasarkan rentang harga saham. Saham di bawah Rp5.000 bergerak dalam kelipatan Rp1, sedangkan saham di atas Rp5.000 bergerak dalam kelipatan Rp5 atau lebih. Memahami hal ini membantu Anda memasang order dengan benar.