Memasuki pasar saham tanpa persiapan yang matang ibarat berlayar tanpa kompas. Banyak investor pemula kehilangan uang bukan karena pasar yang buruk, melainkan karena kesalahan mereka sendiri. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi.
Pertama, membeli saham berdasarkan rumor atau rekomendasi orang lain tanpa melakukan riset mandiri. Saham yang direkomendasikan influencer belum tentu cocok dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Selalu lakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan.
Kedua, tidak memasang stop loss. Banyak pemula berharap saham yang sudah turun akan kembali naik, sehingga mereka terus menahan kerugian yang semakin besar. Tentukan batas kerugian maksimal yang bisa Anda terima sebelum membeli.
Ketiga, terlalu sering trading. Setiap transaksi memiliki biaya komisi dan pajak. Jika Anda terlalu aktif jual beli, biaya transaksi bisa menggerus keuntungan bahkan memperbesar kerugian.
Keempat, menggunakan uang darurat atau uang pinjaman untuk berinvestasi. Pasar saham bersifat fluktuatif, dan Anda tidak boleh mengambil risiko dengan dana yang mungkin dibutuhkan sewaktu-waktu.
Kelima, tidak sabar. Investasi saham bukan skema cepat kaya. Investor legendaris seperti Warren Buffett membutuhkan puluhan tahun untuk membangun kekayaannya. Konsistensi dan kesabaran adalah senjata utama Anda.