Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG adalah indikator utama yang mencerminkan pergerakan seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. IHSG menjadi tolok ukur apakah pasar saham secara keseluruhan sedang naik atau turun.
IHSG dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang kapitalisasi pasar seluruh saham yang tercatat. Artinya, saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, dan ASII memiliki pengaruh lebih besar terhadap pergerakan IHSG dibandingkan saham-saham kecil.
Faktor yang mempengaruhi IHSG sangat beragam. Dari dalam negeri, data ekonomi seperti inflasi, suku bunga Bank Indonesia, dan pertumbuhan PDB sangat berpengaruh. Dari luar negeri, kebijakan The Fed, harga komoditas global, dan sentimen geopolitik juga ikut menentukan arah IHSG.
Sebagai investor, memahami IHSG membantu Anda membaca kondisi pasar secara umum. Ketika IHSG dalam tren naik, secara statistik lebih banyak saham yang ikut naik. Sebaliknya, saat IHSG jatuh, mayoritas saham juga tertekan.
Namun, jangan menjadikan IHSG sebagai satu-satunya acuan. Ada kalanya IHSG turun tetapi saham tertentu justru menguat. Fokus pada kualitas perusahaan yang Anda miliki dan gunakan IHSG sebagai konteks tambahan dalam pengambilan keputusan investasi Anda.